Siaran Pers No : RILIS/134/B4/BKKBN/XI/2019
Jakarta (29/11/2019) – Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN) mengadakan upacara dalam rangka memperingati Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke – 48 Tahun 2019 pada Jumat (29/11/2019). Upacara dipimpin langsung oleh Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, SP.OG(K) sebagai Pembina Upacara serta diikuti oleh Pejabat Tinggi Madya BKKBN, Pejabat Tinggi Pratama BKKBN, Pejabat Administrator BKKBN, Pejabat Pengawas BKKBN, Dharma Wanita Persatuan BKKBN serta seluruh pegawai di Lingkungan BKKBN. Peringatan Hari KORPRI mengusung tema KORPRI : Berkarya, Melayani dan Menyatukan Bangsa.
Sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia yang disampaikan oleh Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, SP.OG(K) mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan, tidak ada lagi pola pikir lama, tidak ada lagi kerja linear, tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah, dan harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan, tutur Hasto.
Selain itu, Orientasi birokrasi harus berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur tetapi berorientasi pada hasil nyata. Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan betul-betul terdelivered, dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Sekedar melayani saja sudah tidak cukup, harus diimbangi dengan kemudahan dan kecepatan, terang Hasto.
Sesuai tema Hari KORPRI Tahun ini, Hasto pun menyampaikan tiga poin penting pertama, kita semua harus berkarya, berkarya berbeda dengan bekerja karena berkarya akan menghasilkan inovasi serta hal baru dan bekerja hanya akan menyelesaikan pekerjaan. Ketika berkarya ciri khasnya tidak mengenal waktu atau bekerja dengan hati, tidak menghitung honor, harus selalu berinovasi. Kedua, harus melayani karena kita sebagai pelayan untuk rakyat dan setiap program harus ditanyakan apakah yang didapat oleh rakyat. Ketiga, membantu untuk menyatukan bangsa, sebagai KORPRI harus menjunjung tinggi toleransi sehingga persatuan dapat diperkuat, mulailah dari yang sederhana tetapi kita dapat berpikir besar, melakukan hal yang besar tidak akan berat jika dimulai dari hal kecil, tutupnya. (HUMAS)
sumber : www.bkkbn.go.id



